Kamis, 03 Agustus 2017

LAPORAN LABA RUGI



Laporan Laba Rugi merupakan bagian dari suatu laporan keuangan perusahaan yang dihasilkan dalam suatu periode buku atau periode akutansi yang menyajikan seluruh unsur pendapatan serta beban perusahaan yang pada akhirnya akan menghasilkan kondisi laba bersih atau rugi bersih.

Laporan laba rugi (profit and lost statement) yang disusun oleh perusahaan memiliki struktur yang terdiri atas pendapatan pada periode berjalan dan seluruh beban perusahaan.

Baik itu beban usaha ataupun beban diluar usaha perusahaan pada periode berjalan.

Umumnya, laporan laba rugi memiliki unsur seperti dibawah ini:
Unsur-unsur laporan laporan laba rugi biasanya terdiri dari:
  • Pendapatan dari penjualan
    • Dikurangi Beban pokok penjualan
  • Laba/rugi kotor
    • Dikurangi Beban usaha
  • Laba/rugi usaha
    • Ditambah atau dikurangi Penghaslan/beban lain
  • Laba/rugi sebelum pajak
    • Dikurangi Beban pajak
  • Laba/rugi bersih

Bentuk Laporan Laba Rugi

Laporan Laba-Rugi dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu:
1. Bentuk Single Step atau Langsung
  • Seluruh pendapatan hasil dari penjualan dikelompokkan dan dijumlahkan,
  • Seluruh beban dikelompokkan dan dijumlahkan,
  • Jumlah pendapatan di kurangi dengan jumlah beban,
  • Hasil selisihnya merupakan laba bersih atau rugi bersih.
  • Contohnya :


2. Bentuk Multiple Step atau Tidak Langsung
  • Pada akun pendapatan dibedakan menjadi pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha,
  • Beban dibedakan menjadi beban usaha usaha dan beban di luar usaha,
  • Pendapatan dan beban usaha disajikan pada bagian pertama, setelahnya adalah penyajian pendapatan dan beban di luar usaha.

Baca Artikel Terkait :

NERACA LAJUR (WORK SHEET)



Neraca lajur (work sheet) adalah kertas kerja untuk menyiapkan laporan keuangan. Biasanya pencatatan transaksi belum lengkap dalam suatu periode, misalnya ada beban yang belum dicatat. Misalnya beban listrik. Listrik biasanya dibayar di bulan berikutnya sedangkan manfaatnya untuk bulan berjalan. Beban seperti ini biasanya dicatat dalam jurnal penyesuaian. Kadang-kadang buku besar juga jumlahnya tidak seimbang. Hal-hal seperti inilah yang menjadi alasan dibutuhkannya neraca lajur. 
Neraca lajur bukan merupakan bagian laporan keuangan. Neraca lajur hanya kertas kerja bagi penyusun laporan keuangan. Namun dengan kertas kerja ini memudahkan penyusunan laporan keuangan. Karena berupa kertas kerja, penyusunannya bisa menggunakan pensil. Dengan kata lain neraca lajur adalah media penyusunan laporan keuangan.


Tujuan Pembuatan Neraca Lajur 
  1. Memudahkan penyusunan laporan keuangan
  2. Menggolongkan dan meringkas informasi-informasi dari neraca saldo dan semua data, penyesuaian yang akan disiapkan  untuk keperluan penyusunan laporan keuangan yang formal
  3. memudahkan untuk menemukan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam membuat jurnal penyesuaian

AYAT JURNAL PENYESUAIAN (AJP)


AYAT JURNAL PENYESUAIAN


A. PENGERTIAN

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menyesuaikan saldo-saldo perkiraan (akun) agar menunjukkan keadaan sebenarnya sebelum penyusunan laporan keuangan.
adapun tujuan pembuatan jurnal penyesuaian adalah:
1. agar pada akhir periode akun riil yaitu harta, kewajiban dan modal menunjukkan keadaan yang sebenarnya
2. agar akun-akun nominal, yaitu akun pendapatan dan beban dapat diakui dalam suatu periode dan menunjukkan keadaan yang sebenarnya.

B. AKUN-AKUN YANG MEMERLUKAN PENYESUAIAN

Adapun transaksi yang memerlukan ayat jurnal penyesuaian adalah:
1. penyesuaian penyusutan aktiva tetap
2. penyesuaian dibayar dimuka
3. penyesuaian pemakaian perlengkapan
4. penyesuaian pendapatan dibayar dimuka
5. penyesuaian biaya yang masih harus dibayar
6. penyesuaian pendapatan yang akan diterima

www.mitrasolusisukses.com

C. CARA MEMBUAT JURNAL PENYESUAIAN

1. penyusutan aktiva tetap dengan metode garis lurus
mesin disusutkan dengan metode garis lurus dan diketahui harga perolehan mesin
Rp 400.000.000 taksiran umur ekonomis  6 tahun dan taksiran nilai residu Rp 40.000.000
Depresiasi= (HP-NR) / UE = (400.000.000 – 40.000.000) / 6 th
= 360.000.000 / 6
= 60.000.000

AJP :
Biaya penyusutan mesin (D)          60.000.000
akumulasi Penyusutan Mesin (K)                             60.000.000

2. biaya dibayar dimuka 
dibayar asuransi dengan masa 1 tahun (1 September 2010 – 1 September 2011) sebesar 6.000.000 dicatat dengan menggunakan pendekatan harta/ neraca dan pendekatan biaya/ laba rugi

Pendekatan Neraca/ Harta

– saat pembayaran dimuka
JU :
Asuransi dibayar dimuka (D)        6.000.000
Kas (K)                                                                                    6.000.000

– saat penyesuaian
perhitungan 4/12 x 6.000.000 = 2.000.000
AJP :
Biaya Asuransi (D)                                    2.000.000
Asuransi Dibayar Dimuka (K)                                       2.000.000

Pendekatan Biaya/ Laba Rugi

– saat pembayaran dimuka
JU :
Biaya Asuransi (D)                                    6.000.000
Kas (K)                                                                                    6.000.000

– saat penyesuaian
perhitungan 8/12 x 6.000.000 = 4.000.000
AJP :
Asuransi Dibayar Dimuka (D)               4.000.000
Biaya Asuransi (K)                                                          4.000.000

3. pemakaian perlengkapan
Perlengkapan service pada Neraca Saldo adalah 5.000.000, menurut data penyesuaian tanggal 31 Desember 2011 perlengkapan yang masih tersisa adalah 1.000.000
perhitugan : 5.000.000 – 1.000.000= 4.000.000
AJP :
Biaya Perlengkapan (D)                      4.000.000
Perlengkapan(K)                                                        4.000.000

4. pendapatan diterima dimuka
Diterima pendapatan sewa ruko untuk 1 tahun (1 oktober 2011-1 oktober 2012) sebesar 20.000.000 dan dicatat menggunakan pendekatan Hutang/ Neraca dan pendekatan Pendapatan/ Laba Rugi

Pendekatan Neraca/ Harta

– saat penerimaan pendapatan
JU :
Kas (D)                                                    20.000.000
Pendapatan sewa dibayar dimuka(K)                  20.000.000

– saat penyesuaian
perhitungan 3/12 x 20.000.000 = 5.000.000
AJP :
Pendapatan sewa diterima dimuka (D)   5.000.000
pendapatan sewa (K)                                                            5.000.000

Pendekatan Biaya/ Laba Rugi

– saat penerimaan pendapatan
JU :
Kas (D)                                                            20.000.000
Pendapatan sewa (K)                                                                20.000.000

– saat penyesuaian
perhitungan 9/12 x 20.000.000 = 15.000.000
AJP :
Pendapatan sewa (D)                             15.000.000
pendapatan sewa diterima dimuka (K)                         15.000.000

5. biaya yang masih harus dibayar
Tanggal 31 desember 2011 terdapat 4 orang karyawan yang belum menerima gaji @500.000
perhitungan 4 x 500.000 = 2.000.000
AJP :
Biaya Gaji(D)                                              2.000.000
Gaji yang masih harus dibayar (K)                                    2.000.000

6. pendapatan yang akan diterima
Tanggal 31 Desember terdapat bunga yang masih harus dibayar senilai 1.000.000
AJP :
Bunga yang akan diterima (D)             1.000.000
Pendapatan Bunga (K)                                                         1.000.000

Rabu, 02 Agustus 2017

NERACA SALDO



Pengertian, Fungsi Dan Contoh Neraca Saldo 

Pengertian Neraca Saldo
Neraca Saldo merupakan suatu buku yang mmepunyai isi berupa daftar yang menerangkan kumpulan saldo berasal dari data yang dipunyai oleh setiap rekening dari pihak- pihak terkait. Neraca saldo biasanya mempunyai beberapa kolom utama yang digunakan dalam melakukan sautu pendataan. Kolom – kolom tersebut antara lain yaitu kolom neraca itu sendiri, kolom harga pokok produksi, kolom perkiraan besar kecilnya keuntungan atau kerugian dari suatu transaksi dan kolom pembelian serta penjualan. Neraca Saldo pada umumnya dikeluarkan pada saat periode akhir untuk digunakan sebagai bahan evaluasi. Hal ini dikarenakan neraca ini akan menunjukan kesetabilan perekonomian yang didapat melalui suatu kegiatan ekonomi yang dijalankan selama prosesnya.

Fungsi Neraca Saldo
Neraca Saldo mempunyai fungsi untuk mendeteksi setiap kesalahan matematika yang telah terjadi dalam sistem akuntansi double-entry yakni pembukuan berpasangan. Dalam neraca bila disediakan dan terdapat total debit sama dengan total kredit yang dipaparkan secara jelas maka bisa dikatakan bahwa neraca saldo dianggap seimbang serta tidak boleh ada kesalahan matematika yang ditemui dalam buku besar akutansi pihak tersebut. Tapi, ini tidak berarti tidak ada kesalahan dalam suatu sistem akuntansi perusahaan. misalnya, transaksi diklasifikasikan tidak benar atau mereka hanya hilang dari sistem masih bisa ada suatu kemungkinan kesalahan akuntansi yakni berupa materi yang tidak akan terdeteksi oleh prosedur neraca saldo.

Neraca saldo juga bisa berupa sebuah worksheet pembukuan di mana saldo semua buku besar yang dikompilasi ke dalam kolom debit dan kredit. Suatu perusahaan menyiapkan neraca saldo secara berkala, biasanya pada akhir setiap periode pelaporan. Tujuan umum menghasilkan neraca saldo yaitu untuk memastikan entri dalam sistem pembukuan perusahaan secara matematis dan benar. Neraca saldo biasanya disiapkan oleh pemegang buku atau akuntan yang sudah menggunakan daybooks atau buku harian akutansinya untuk mencatat sebuah transaksi keuangan dan kemudian mempostingnya ke buku besar nominal dan buku besar pribadi. Neraca saldo merupakan bagian dari sistem pembukuan double-entry dan menggunakan format account ‘T’ klasik untuk menyajikan nilai-nilai yang didapat melalui segala kegiatan ekonomi yang berupa transaksi debit dan kredit.